Potensi Energi Hidro Indonesia Capai 95 GW, AHY Pelajari Teknologi PLTA di Swiss

banner 468x60

Potensi Energi Hidro Indonesia Capai 95 GW, AHY Pelajari Teknologi PLTA di SwissLAUSANNE, SWISS – Potensi energi air Indonesia yang mencapai sekitar 95 gigawatt (GW) menjadi perhatian Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).Besarnya potensi tersebut dinilai masih menyimpan ruang pengembangan yang sangat luas. Hingga saat ini, pemanfaatan energi hidro nasional disebut baru sekitar 8 persen.Untuk melihat perkembangan teknologi pengelolaan pembangkit listrik tenaga air (PLTA), AHY mengunjungi EPFL Hydropower Laboratory di Lausanne, Swiss.Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia mempelajari teknologi dan inovasi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kinerja infrastruktur energi air di dalam negeri.Di fasilitas penelitian tersebut, AHY melihat langsung teknologi yang digunakan untuk menguji serta mengembangkan sistem hidropower, mulai dari digital twin water-to-wire, pengujian model hidrolik berdasarkan standar internasional IEC 60193, hingga sistem pemeliharaan prediktif dengan dukungan sensor dan kecerdasan buatan (AI).Teknologi tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan Indonesia yang tengah meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan sekaligus memperkuat keandalan sistem kelistrikan nasional.PLTA Diproyeksikan Punya Peran Lebih BesarMenurut AHY, perkembangan energi terbarukan membutuhkan sistem kelistrikan yang semakin fleksibel.Dalam konteks tersebut, PLTA tidak hanya dipandang sebagai pembangkit yang menghasilkan listrik, tetapi juga dapat berfungsi untuk menjaga keseimbangan jaringan serta menyimpan energi.“PLTA bukan lagi sekadar penghasil listrik biasa, melainkan aset penyeimbang jaringan (grid flexibility) dan penyimpan energi (energy storage) untuk menopang masuknya energi terbarukan secara masif,” ujar AHY.Indonesia memiliki modal infrastruktur yang cukup besar untuk mendukung pengembangan tersebut. Saat ini terdapat 302 bendungan nasional, sementara pemerintah juga melakukan pengkajian terhadap sejumlah waduk dan danau.Salah satu pengembangan teknologi penyimpanan energi berbasis air yang menjadi perhatian adalah PLTA Upper Cisokan di Bandung dengan kapasitas 1.040 MW.Fokus pada Aset yang Sudah AdaPengembangan energi hidro ke depan juga tidak harus selalu dilakukan dengan membangun infrastruktur baru.AHY mendorong adanya peremajaan dan peningkatan kapasitas terhadap aset PLTA yang telah tersedia. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan infrastruktur yang sudah ada.Di sisi lain, penguatan penelitian menjadi salah satu kebutuhan penting. Indonesia dinilai perlu memiliki platform riset nasional dan laboratorium independen yang melibatkan perguruan tinggi maupun BUMN.Dengan dukungan penelitian, teknologi, dan sumber daya manusia yang memadai, pengembangan energi hidro diharapkan dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan.Belajar dari SwissSwiss menjadi salah satu negara yang memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan teknologi tenaga air. Karena itu, pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara Indonesia dan Swiss dinilai dapat memberikan manfaat bagi pengembangan infrastruktur nasional.Kerja sama tidak hanya diarahkan pada sektor energi, tetapi juga mencakup pengelolaan sumber daya air, penyediaan air bersih, pembangunan infrastruktur berkelanjutan, serta peningkatan ketahanan menghadapi perubahan iklim.Di bawah agenda pembangunan nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, ketahanan air, pangan, dan energi menjadi bagian yang saling berkaitan.Melalui pemanfaatan teknologi dan kolaborasi internasional, Indonesia berupaya mengoptimalkan potensi sumber daya air yang dimiliki untuk mendukung kebutuhan energi sekaligus memperkuat ketahanan nasional.Dalam kunjungan tersebut, AHY didampingi Duta Besar RI untuk Swiss merangkap Kepangeranan Liechtenstein I Gede Ngurah Swajaya, Deputi Infrastruktur Dasar Nazib Faizal, Staf Khusus Menko Infra Herzaky Mahendra Putra, Staf Khusus Menteri PU Ahmad Khoirul Umam, Tenaga Ahli Menko Infra Mira Permatasari, serta Diska Putri Pamungkas.Sumber: Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan KewilayahanTags: AHY, Agus Harimurti Yudhoyono, energi hidro Indonesia, PLTA, energi terbarukan, EPFL Hydropower Laboratory, Swiss, Upper Cisokan, pumped storage, infrastruktur energi, Kemenko Infrastruktur

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *