
JAMBI – Konstelasi politik di tingkat nasional semakin menggeliat pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pelaksanaan Pilpres dan Pileg. Hampir seluruh partai politik mulai menyiapkan langkah strategis menghadapi kontestasi 2029, termasuk Partai Demokrat. Partai besutan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu mulai melakukan percepatan konsolidasi dan restrukturisasi organisasi di berbagai daerah, salah satunya di Provinsi Jambi.Sekretaris DPD Partai Demokrat Jambi, Ir. Fauzi Anshori, MT, menjelaskan bahwa secara konstitusional masa bakti kepengurusan DPD Demokrat Jambi seharusnya berakhir pada 2027. Namun, percepatan perlu dilakukan agar mesin politik lebih cepat bergerak menghadapi agenda besar Pemilu mendatang.
“Seharusnya kepengurusan DPD Jambi habis masa baktinya pada 2027, namun dipercepat dalam rangka persiapan Pileg dan Pilpres,” ungkap Fauzi saat membuka rapat persiapan Musda DPD Demokrat Jambi, Sabtu.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat Jambi, H. Mashuri, SP., ME., yang akrab disapa Hamas, menegaskan bahwa rapat pleno kali ini difokuskan untuk menetapkan panitia pelaksana Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Jambi.
“Rapat pleno hari ini adalah menetapkan panitia pelaksana Musda Demokrat Jambi,” ujarnya.
Hamas menambahkan bahwa kondisi politik nasional dan lokal saat ini menjadi momentum penting bagi Demokrat Jambi untuk memperkuat basis dan memaksimalkan peluang kemenangan.
“Melihat situasi politik hari ini, baik nasional maupun lokal, kita optimis target ke depan adalah menjadi pemenang pemilu,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa setelah penyusunan panitia di tingkat daerah selesai, nama-nama tersebut akan diajukan kepada DPP untuk diterbitkan Surat Keputusan (SK).
“Hari ini kita menggelar rapat pleno persiapan Musda. Setelah persiapan lokal selesai, nama-nama panitia akan kita ajukan ke DPP untuk di-SK-kan,” ucapnya.
Hamas juga mengungkapkan bahwa terdapat beberapa penyesuaian baru dalam mekanisme Musda sesuai AD/ART Partai Demokrat versi terbaru. Dengan perubahan tersebut, pelaksanaan Musda di Jambi hanya akan bersifat seremonial
“Ada beberapa kebijakan yang berubah sesuai AD/ART terbaru Demokrat, jadi kita hanya melakukan seremonial Musda saja,” tutup Hamas.




